.
Bila tak kunyatakan keindahan Mu dalam kata,
Kusimpan kasih Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta,
Segera bagai api bakarlah aku saja.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan.
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah hadirku ke dekat Mu.
Apakah maksud-Mu? Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.