Tempatku tak terlihat, tapakku tak berjejak,
Aku bukan milik tubuh dan jiwa ini.
Kubuang dualitas, kupandang semesta satu mata,
Satu saja yang kucari, kukenal, kulihat dan kuseru.
Dia lah yang awal dan akhir, aku pecinta Kekasih,
Sang pemilik sukma dan rasa.
Cintaku terbang tinggi kelangit tujuh,
Setiap saat mencampakkan ratusan tabir.
Pertama kusangkal takdir hidup,
Pada akhirnya ku berjalan tanpa kaki.
Cintaku pada dunia telah raib,
Tak pedulikan lagi yang nampak pada mata.
Kupandang terbalik dunia bentuk,
Menembus hakikat segala sesuatu.
Puisi yang indah
BalasHapusCinta sejati tak kan pernah mati
Karena cinta sejati hanya tuk sang Ilahi
Betul Bu.. :)
BalasHapus