Senin, 04 Februari 2013

Kangen ~ 2


Jauh sebelum Bapak Ibu ku mulai bercinta, jauh sebelum aku ada
Tahukah Kau kekasih? Bahwa aku telah kangen Kamu

Ibu sayangiku dengan cinta yang lebih mahal dari mati hidupnya
Dan Bapak menyusun rencana, menyiapkan cita-cita

Aliran darahku tlah mengalir takdir, tubuhku dibungkus adat
Oleh guru diajari kelaziman, momok neraka dan indahnya surga

Kini sesudah jiwa ku papa aku nangis, diam-diam ku menangis;
Dengan cara tertawa, mabuk, gila dan alpa, bahkan mendurhaka

Sebuah bodoh, kuanggap kelahiran hanyalah ci luk ba belaka 
Sambil masih berharap bisa temui Kau yang tunggu aku di sana.

Kekasih, aku yang ciptakan ancaman-ancaman bagi hidupku sendiri
Aku sendiri yang menyulut api yang membakar usiaku kini

Aku yang dulu pernah membangun kesempatan dikeleluasaan ku ini
Kini aku juga yang membuat bumerang menikam robek perutku sendiri

Sekarang,
Masih pantaskah ku mohonkan maaf diatas pengertianMu?

kris


Tidak ada komentar:

Posting Komentar