Selasa, 19 Februari 2013
Baqa
/1/
Kami susun sembilan puluh sembilan nafas
Untuk meniru sifat dan hatiMu
/2/
Namun kami ini hanyalah kepunyaanMu sahaja
Kami tidak asli. Kami tak sejati
/3/
Ampuni kami yang selalu merasa dan mengaku
Memiliki satu pantulan cahaya dariMu
Namun tak kunjung tahu, satu rupa yang sejati;
Yakni rupa dari cahaya baqaMu
kris
Rabu, 06 Februari 2013
NafasMU
/1/
Betapa rasa malu menghardik diriku
Tapi hanya inilah sembahyang yang kupunya
Sekedar memasrahkan jiwa yang dungu
/2/
Kenyataan dariMu akan terus menegaskan
Segala hari hari yang fana adalah hal semu
Juga kesombongan dunia yang menipu
/3/
Ku tahu hanya satu yang sejati, ialah nafasMu hu Allah
Jika haq bagiku, perkenankan rasaku larut dalam rasaMu
Agar sesudah lahirku yang ini, yang nanti takkan mati
kris
Dia Bernyanyi
.
/1/
Reguklah dalam-dalam cinta dunia
Agar bibirmu mampu mengecap
Rasa cinta yang lebih suci
Reguklah dalam-dalam cinta dunia
Agar bibirmu mampu mengecap
Rasa cinta yang lebih suci
Aku mendengar dan terpikat;
/2/
Ruhku bergegas untuk merengkuh
Dekapan penerimaan Cinta,
Karena dia bernyanyi begitu manis.
Dekapan penerimaan Cinta,
Karena dia bernyanyi begitu manis.
Rumi
Senin, 04 Februari 2013
Kangen ~ 2
Jauh sebelum Bapak Ibu ku mulai bercinta, jauh sebelum aku
ada
Tahukah Kau kekasih? Bahwa aku telah kangen Kamu
Ibu sayangiku dengan cinta yang lebih mahal dari mati
hidupnya
Dan Bapak
menyusun rencana, menyiapkan cita-cita
Aliran darahku tlah
mengalir takdir, tubuhku dibungkus adat
Oleh guru diajari
kelaziman, momok neraka dan indahnya surga
Kini sesudah jiwa ku papa aku nangis, diam-diam ku menangis;
Dengan cara
tertawa, mabuk, gila dan alpa, bahkan mendurhaka
Sebuah bodoh, kuanggap kelahiran hanyalah ci luk ba belaka
Sambil masih berharap bisa temui Kau yang tunggu aku di sana.
Kekasih, aku yang ciptakan ancaman-ancaman bagi hidupku sendiri
Aku sendiri yang
menyulut api yang membakar usiaku kini
Aku yang dulu pernah membangun
kesempatan dikeleluasaan ku ini
Kini aku juga
yang membuat bumerang menikam robek perutku sendiri
Sekarang,
Masih pantaskah ku mohonkan maaf diatas pengertianMu?
kris
Langganan:
Komentar (Atom)


