Kamis, 30 September 2010

Cintaku

.
Tempatku tak terlihat, tapakku tak berjejak,
Aku bukan milik tubuh dan jiwa ini.

Kubuang dualitas, kupandang semesta satu mata,
Satu saja yang kucari, kukenal, kulihat dan kuseru.

Dia lah yang awal dan akhir, aku pecinta Kekasih,
Sang pemilik sukma dan rasa.

Cintaku terbang tinggi kelangit tujuh,
Setiap saat mencampakkan ratusan tabir.

Pertama kusangkal takdir hidup,
Pada akhirnya ku berjalan tanpa kaki.

Cintaku pada dunia telah raib,
Tak pedulikan lagi yang nampak pada mata.

Kupandang terbalik dunia bentuk,
Menembus hakikat segala sesuatu.



Pernyataan Cinta

.

Bila tak kunyatakan keindahan Mu dalam kata,

Kusimpan kasih Mu dalam dada.


Bila kucium harum mawar tanpa cinta,

Segera bagai api bakarlah aku saja.


Meskipun aku diam tenang bagai ikan,

Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan.


Kau yang telah menutup rapat bibirku,

Tariklah hadirku ke dekat Mu.


Apakah maksud-Mu? Mana kutahu?

Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.


Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,

Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.


Aku bagai benih di bawah tanah,

Aku menanti tanda musim semi.


Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,

Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.




Sabtu, 04 September 2010

Terima Kasih

.

Terima kasih ya Tuhan.

Aku telah sampai padaMu lagi.


Aku tlah bebas dari tali perpisahan.

Terima kasih banyak ku ucapkan.


Karna Kau sediakan anggur ketiadaan.

Yang terus membuatku mabuk kekal.




Rabu, 01 September 2010

Kembali Kepada Tuhan

.
Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka.
Maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Begitulah caranya.
Jika engkau hanya mampu merangkak.
Maka merangkaklah kepadaNya! Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk.
Maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;

Karena Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata uang palsumu
Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja. Begitulah caranya wahai pejalan
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
Datang dan datanglah lagi Karena Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu, karena Akulah jalan itu.”


rumi