Jumat, 11 November 2011

Hijab Mu

.
/1/

Jika aku pemilik bulan dan bintang
Dan mereka tak pancarkan sinarnya untukku
Apa guna bulan dan bintang bagiku?
Andai aku masuk surga dan bermandi rahmat
Tapi surga jadi siksa karna tak bisa lihat wajah Mu
Apa guna surga? apa arti rahmat?

/2/

Ada apa dengan hatiku?
Yang tahan diri untuk tak jadi bagian Mu
Ada apa dengan ragaku?
Yang tahan diri tuk selalu mengarah pada hal semu

/3/

CahayaMu tak terlihat
Namun tersirat pada pekatnya rasa
SuaraMu tak terdengar
Tapi tersurat pada heningya sukma

/4/

Bagaimana bisa kulewati Engkau
Tapi tak berhenti untuk Menyapa?
Hanya karna ku tak lihat dan dengar?
Engkaulah Dia yang ku ingin bertemu
Engkaulah Dia yang menawan hatiku
Jika Kau bawa sukmaku jauh dari Mu
Jiwaku tak berarti




Senyummu


Senyummu bulan sabit

Bergantung dilesung pipit
Bayangan lukisan langit

Ada lengkung senyummu
Kukaitkan senyumku pula

Matamu sampan
Bulan terlelap perlahan
Lentik bulu matamu menarinya ilalang

Ditepian aku datang
Mengail dijernihnya matamu

kris




Kamis, 11 Agustus 2011

Purnama Diwajahmu

.
Awal mula adalah perjumpaan
Kala malam kandung rembulan
purnamalah kerinduan

Ditepi taman itu, bidadari malamku pijarkan senyum
Kau bisikan pelan, "Aku sayang kamu.."
Bersama kita jumput rindu yang lama tertunda

Setelah berhadapan, jelas hanya rasa yang bersitatap
Sukma kita saling pagut, setelah saling peluk dan dekap

Akhirnya, kembali kau bisikan pelan "Aku sayang kamu.."
Dan kulihat dimalam itu, purnama diwajahmu


kris


Rembulanku Purnama

.
Malam tlah mengirimkan rembulan kpadaku
Kaulah kemilau pada remang malam
Senyumkan lagi degup hati yang dulu mati

Akulah Adam yang slalu merindu
Wangi sukma dan aroma tubuhmu

Dan kaulah hawa yang slalu kuhirup
Dalam setiap hela nafasku

Kaupun tersenyum dalam purnama rasa
Tak letih terjemahkan makna kerinduan
yang maha dalam


kris



Rabu, 23 Februari 2011

Purnama Mei

/1/

Purnama mei saat itu rembulan penuh, kau sisipkan cinta dipelupuk mata, sematkan rindu diujung waktu, kau bilang pisah waktu itu, agar dewasa katamu, rasa jadi semu, kangen suratkan rasaku disiratan maknamu.

/2/

Purnama mei hampir datang lagi, antara kita masih berjarak, entah kapan berhenti berjalan, hati rasanya mendekat, walau langkah nyatanya menjauh, tak tahu kau dimana, sungguhku rindu kamu, kapan bisa bertemu?.

/3/

Purnama mei saat rembulan penuh, bilakah saatnya tiba? harum cendana mulai meresap, wangi tujuh kembang meruap, gemeremang asma husnamu diucap, bentangkan sajadah duduk tumaninah, agar khusyu hadirku menghadapmu.





kris